Dialog Kebangsaan Sespim Polri, Peserta Didorong Bangun Kepemimpinan Berbasis Sains dan Data
JAKARTA — Penguatan kualitas kepemimpinan strategis menjadi salah satu pesan utama dalam Dialog Kebangsaan Sespim Lemdiklat Polri yang digelar di Gedung Tribrata Convention Center Dharmawangsa, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber meminta para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri membiasakan diri mengambil keputusan serta menyusun kebijakan berdasarkan sains dan data.
Pesan tersebut dinilai penting karena para peserta Sespim dipersiapkan menjadi calon pemimpin strategis yang nantinya akan menghadapi beragam persoalan organisasi dan masyarakat dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi.
Dalam menghadapi persoalan tersebut, keputusan tidak cukup hanya didasarkan pada intuisi atau perasaan. Setiap persoalan perlu terlebih dahulu dipahami melalui referensi yang relevan, pengumpulan data, serta analisis menggunakan metodologi yang tepat.
Pendekatan berbasis sains dan data diharapkan mampu membantu calon pemimpin menghasilkan keputusan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pendidikan Membentuk Pola Pikir Ilmiah
Dalam dialog tersebut juga ditekankan bahwa pendidikan formal tidak semata-mata bertujuan memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan mampu membentuk pola pikir ilmiah dalam diri seseorang.
Pada jenjang sarjana, misalnya, seseorang dilatih untuk memahami persoalan secara sistematis dan mengembangkan kebiasaan mengambil keputusan berdasarkan proses berpikir yang terstruktur, bukan semata-mata berdasarkan perasaan.
Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin kompleks pula kemampuan yang perlu dikuasai, mulai dari mencari dan mengevaluasi referensi, memahami metodologi, mengolah serta menganalisis data, hingga menarik kesimpulan secara tepat.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin ketika harus menghadapi persoalan nyata di lapangan.
Pemimpin Harus Mampu Menentukan Arah
Kepemimpinan strategis tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan formal ataupun kemampuan mengumpulkan pengikut. Seorang pemimpin dituntut mampu menyusun konsep, membaca persoalan secara utuh, serta menentukan arah yang jelas bagi organisasi.
Pengetahuan menjadi salah satu kunci dalam membangun kepemimpinan yang konseptual. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman, proses pembelajaran dari orang lain, serta kebiasaan membaca dan mempelajari berbagai referensi.
Dengan fondasi pengetahuan yang kuat, seorang pemimpin diharapkan mampu melihat persoalan secara lebih luas dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang rasional serta terukur.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi para peserta Sespim Lemdiklat Polri yang dipersiapkan menghadapi tantangan kepemimpinan di masa mendatang. Kemampuan menggabungkan pengalaman, pengetahuan, metodologi, data, dan keberanian mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan strategis yang adaptif dan bertanggung jawab.
Dialog Kebangsaan tersebut berlangsung di Gedung Tribrata Convention Center Dharmawangsa, Jakarta, dengan keterlibatan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Sespim Lemdiklat Polri, serta Divisi Humas Polri.
