Prabowo: Uang Negara yang Diselamatkan dari Korupsi Dipakai untuk Perkuat Kemampuan Hadapi Bencana

0
1788498806183

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi dan penghentian kebocoran keuangan negara menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pemerintah menghadapi berbagai persoalan nasional, termasuk bencana alam.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran sekaligus groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung kemampuan pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani bencana, mulai dari helikopter, pesawat, hingga alat berat.

“Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang?” kata Prabowo.

Prabowo Singgung Sumber Dana Negara

Menurut Prabowo, kemampuan negara membiayai berbagai kebutuhan tersebut tidak terlepas dari kapasitas keuangan negara. Ia kemudian mengaitkannya dengan upaya pemerintah menyelamatkan uang negara dari praktik korupsi dan menghentikan kebocoran anggaran.

“Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah belum merasa cukup dengan langkah yang telah dilakukan. Ia mengatakan pengelolaan keuangan negara harus terus diperketat dan pemberantasan korupsi dilakukan secara lebih serius.

Presiden juga menekankan bahwa seluruh aset dan kekayaan bangsa harus dikelola secara baik, jujur, serta ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

Penanganan Bencana Jadi Contoh Kehadiran Negara

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti penanganan bencana di sejumlah wilayah, termasuk Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia menyebut pemerintah mengerahkan kekuatan besar untuk merespons bencana, termasuk puluhan helikopter, pesawat, peralatan pendukung, serta personel dari berbagai unsur negara.

“Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” kata Prabowo.

Menurutnya, kemampuan negara untuk bergerak cepat dalam situasi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat.

Prabowo menyampaikan bahwa kekuatan negara pada akhirnya sangat bergantung pada bagaimana seluruh aset dan kekayaan nasional dikelola.

Pemberantasan Korupsi dan Uang Rakyat

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pemberantasan korupsi bukan hanya sebagai agenda penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas fiskal negara.

Logikanya sederhana: semakin sedikit kebocoran anggaran dan semakin efektif pengelolaan keuangan negara, semakin besar pula ruang pemerintah untuk membiayai kebutuhan publik.

Namun, pernyataan mengenai uang yang berhasil diselamatkan dari korupsi perlu dibaca secara proporsional. Dalam pidatonya, Prabowo tidak menyebut angka pasti mengenai total dana yang berhasil diselamatkan maupun memberikan rincian bahwa setiap pengadaan helikopter dan alat berat secara langsung dibiayai dari dana hasil pemberantasan korupsi.

Karena itu, ukuran keberhasilan kebijakan tersebut pada akhirnya bukan hanya terletak pada besarnya angka penyelamatan keuangan negara, tetapi juga pada transparansi penggunaan anggaran, efektivitas belanja, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi publik, pesan yang disampaikan Presiden memiliki satu konsekuensi penting: setiap rupiah uang negara harus dijaga agar tidak bocor dan harus kembali menjadi kekuatan untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Sebab, ketika korupsi berhasil ditekan dan anggaran dikelola secara efektif, negara memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai pelayanan publik, pembangunan, penanganan bencana, ketahanan energi, serta kebutuhan strategis lainnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *