Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Bahas Revisi UU TNI dalam Podcast

0
1773463722052-1

Trending Post – Seorang aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal setelah melakukan rekaman podcast yang membahas rencana revisi Undang‑Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam 12 Maret 2026. Saat itu Andrie baru saja menyelesaikan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Dalam diskusi tersebut, korban diketahui mengkritik rencana revisi undang-undang TNI yang menurutnya berpotensi memperluas peran militer dalam jabatan sipil. Andrie juga menyinggung kekhawatiran sejumlah pihak terkait kemungkinan munculnya kembali praktik Dwifungsi ABRI, yakni ketika militer memiliki peran ganda dalam ranah militer dan sipil.

Diserang Saat Perjalanan Pulang

Sekitar pukul 23.30–23.37 WIB, Andrie meninggalkan lokasi dan pulang menggunakan sepeda motor. Saat melintasi kawasan Salemba, dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor diduga mengikuti korban dari belakang.
Menurut kronologi yang beredar, pelaku kemudian menyalip korban dan memutar arah sehingga berhadapan langsung dengan Andrie. Saat posisi motor melambat, pelaku yang duduk di belakang langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah korban.

Serangan tersebut terjadi sangat cepat. Setelah menyiramkan cairan, kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Mengalami Luka Bakar Serius
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh. Cairan tersebut mengenai wajah, tangan, dada, serta bagian mata korban.
Korban dilaporkan mengalami sekitar 24 persen luka bakar pada tubuhnya dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah saksi menyebut korban sempat berteriak kesakitan dan berusaha melepaskan pakaian yang terkena cairan karena mengalami reaksi panas dan melepuh.

Serangan Picu Sorotan Publik

Peristiwa ini memicu perhatian publik karena terjadi hanya beberapa menit setelah korban membahas isu sensitif terkait revisi UU TNI dalam sebuah diskusi publik.
Sejumlah pihak menilai waktu kejadian yang sangat dekat dengan aktivitas diskusi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan yang perlu diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.

Pertolongan Pertama Jika Terkena Air Keras

Dalam situasi darurat, langkah pertolongan pertama sangat penting untuk meminimalkan kerusakan jaringan tubuh akibat zat kimia. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Segera siram dengan air bersih sebanyak mungkin selama 15–30 menit.

Lepaskan pakaian atau benda yang terkena cairan kimia.
Jangan mengoleskan bahan apa pun seperti pasta gigi, minyak, atau sabun karena dapat memperparah luka.
Jika cairan mengenai mata, bilas dengan air bersih sambil membuka mata secara perlahan.
Segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat dan diharapkan dapat segera diusut secara tuntas agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *