Prabowo Subianto: Ingin Ganti Saya? Tunggu 2029, Jangan Rusak Negara dengan Destabilisasi

0
1774114084789-1

Trending Post – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pihak-pihak yang ingin mengganti kepemimpinannya diminta menempuh jalur konstitusional melalui Pemilihan Presiden 2029.
Pernyataan itu disampaikan saat diskusi bersama jurnalis senior dan pengamat, termasuk Najwa Shihab, di Hambalang, Jawa Barat.
“Mau ganti saya? Tunggu dong 2029. Jadi negara yang beradab. Sabar,” ujar Prabowo, dikutip Sabtu (21/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung adanya dinamika politik yang diwarnai upaya destabilisasi dan penyebaran disinformasi. Ia menilai hal tersebut menjadi tantangan serius dalam kehidupan bernegara.
“Destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara,” katanya.

Soroti Penegakan Hukum dan Aparat

Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum di Indonesia, meskipun ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan di dalam tubuh aparat penegak hukum.
Ia juga menyoroti fenomena pejabat yang merasa “kebal hukum” hingga berani melawan otoritas yang lebih tinggi, sesuatu yang menurutnya harus segera dibenahi.

Bersih-Bersih BUMN dan Pembenahan Sistem

Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan langkah “bersih-bersih” di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Upaya ini disebut sebagai bagian dari agenda besar reformasi tata kelola dan peningkatan integritas institusi negara.
Menurutnya, pembenahan tersebut membutuhkan dukungan luas dari masyarakat agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Imbau Jaga Stabilitas Nasional

Di tengah perbedaan pandangan politik, Prabowo mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga stabilitas dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah.
Ia menegaskan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berujung pada konflik atau kerusuhan yang justru merugikan negara.
Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan stabilitas nasional, di tengah meningkatnya dinamika politik menjelang kontestasi demokrasi berikutnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *