Di Hadapan Presiden Prabowo, Quraish Shihab Serukan Perdamaian yang Berkeadilan dalam Peringatan Nuzulul Qur’an

0
Screenshot_20260311-103517

Trending Post — Peringatan Nuzulul Qur’an yang berlangsung khidmat pada Selasa malam (10/3/2026) menghadirkan pesan moral yang kuat bagi kepemimpinan bangsa. Ulama dan cendekiawan Muslim terkemuka, M. Quraish Shihab, menegaskan pentingnya menegakkan perdamaian tanpa mengorbankan keadilan, sebuah prinsip yang menurutnya menjadi inti ajaran Al-Qur’an dan fondasi utama tata kelola negara yang bermartabat.
Di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Quraish Shihab menyampaikan bahwa perdamaian sejati tidak dapat dipisahkan dari keadilan. Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah kepemimpinan Islam, teladan moral para khalifah menunjukkan bahwa keadilan harus ditegakkan bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Dalam ceramahnya, ia mencontohkan ketegasan dan integritas kepemimpinan Abu Bakar ash-Shiddiq yang dikenal berani menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu. Nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan dalam konteks kepemimpinan modern, termasuk dalam upaya memberantas praktik korupsi yang merusak kepercayaan publik dan keadilan sosial.
Pesan tersebut menjadi refleksi moral yang mendalam bagi para pemimpin bangsa, bahwa kekuasaan bukanlah sekadar simbol otoritas, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan keberanian moral.

Menanggapi ceramah tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas nasihat dan pesan kebangsaan yang disampaikan Quraish Shihab. Ia menilai pesan tersebut sebagai pengingat penting tentang makna kepemimpinan yang sesungguhnya.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan itu diberikan sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menambahkan bahwa kekuasaan sejatinya bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk menjalankan amanah dalam melindungi rakyat serta mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan serta keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” lanjutnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menjadi ruang refleksi kebangsaan tentang pentingnya nilai-nilai moral dalam kepemimpinan negara. Pesan tentang perdamaian yang berkeadilan, sebagaimana disampaikan Quraish Shihab, menjadi pengingat bahwa stabilitas dan kemajuan bangsa hanya dapat terwujud jika keadilan ditegakkan secara konsisten.

Di tengah tantangan global dan dinamika politik nasional, pertemuan antara nilai-nilai keagamaan dan komitmen kepemimpinan negara tersebut menjadi simbol harapan bahwa Indonesia dapat terus melangkah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *