1774885868416-1-1

TRENDING POST – Suasana santai di lingkungan Pemprov Jawa Barat mendadak berubah tegang saat Dedi Mulyadi melontarkan peringatan keras kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat usai Lebaran.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyoroti kualitas proyek infrastruktur yang dinilai masih jauh dari harapan. Ia menegaskan agar kontraktor atau pihak yang bekerja asal-asalan tidak lagi diberi kesempatan mengerjakan proyek pemerintah.

“Yang pekerjaannya tidak berkualitas, jangan dikasih kesempatan lagi!” tegas KDM.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan publik. Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembangunan di Jawa Barat harus tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki kualitas tinggi dan estetika yang kuat. Menurutnya, proyek asal jadi hanya akan merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, sejumlah dinas seperti Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga diminta meningkatkan kinerja dan tidak bekerja setengah hati.

Langkah tegas ini dinilai sebagai sinyal “bersih-bersih” proyek infrastruktur di Jawa Barat. Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah: siapa saja kontraktor atau pihak yang akan tersingkir dari proyek-proyek pemerintah.
Analisis sejumlah pakar menyebut, sikap KDM mencerminkan kepemimpinan yang fokus pada akuntabilitas, kualitas pembangunan, dan kepentingan masyarakat, sekaligus memberi tekanan positif agar seluruh jajaran OPD berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar memenuhi target administrasi.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *