Ketegangan Selat Hormuz: Trump Minta Sekutu Kirim Kapal Perang, Jepang dan Australia Menolak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara sekutu untuk mengirimkan kapal perang guna membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah Iran memblokirnya di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Trump menilai negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk memiliki tanggung jawab untuk membantu menjaga keamanan jalur strategis tersebut, yang selama ini menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
Namun, tidak semua sekutu merespons positif. Pemerintah Jepang dan Australia menegaskan belum memiliki rencana untuk mengirimkan kapal perang ke kawasan Timur Tengah. Jepang menyebut keputusan militer harus mempertimbangkan konstitusi negaranya yang menolak perang, sementara Australia menyatakan belum menerima permintaan resmi untuk keterlibatan militer.
Ketegangan di kawasan tersebut turut mengguncang pasar energi global.
Harga minyak mentah dunia sempat melonjak tajam ketika perdagangan pasar Asia dibuka, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi.
Jika konflik terus meningkat, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan Teluk, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global melalui lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional.