Ketua Parlemen Iran Sebut Konflik sebagai “Perjuangan Kemanusiaan”, Rujuk Laporan PBB
TRENDING POST — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa posisi negaranya dalam konflik yang tengah berlangsung merupakan bagian dari apa yang ia sebut sebagai “perjuangan untuk kemanusiaan”.
“Jika ingin memahami mengapa Iran berjuang untuk kemanusiaan dan mengapa Israel menjadi ancaman serius bagi peradaban manusia, bacalah tiga laporan PBB ini,” ujarnya, merujuk pada dokumen yang diterbitkan oleh United Nations. Ia juga menekankan bahwa peningkatan kesadaran global merupakan bagian penting dari “perlawanan”.
Ghalibaf menggambarkan dugaan pelanggaran dalam konflik di Gaza sebagai kejahatan perang yang “lebih dari yang bisa ditanggung manusia”. Pernyataan tersebut merujuk pada sejumlah laporan PBB yang menyoroti dampak luas konflik terhadap warga sipil.
Salah satu laporan menguraikan indikasi kehancuran besar di Gaza, termasuk tingginya korban sipil, kerusakan infrastruktur, serta kondisi hidup yang dinilai mengancam keberlangsungan populasi. Laporan lain menyoroti dugaan keterlibatan berbagai aktor, termasuk sektor ekonomi, dalam menopang sistem pendudukan yang berdampak sistemik terhadap masyarakat Palestina.
Sementara itu, laporan terpisah dari komisi penyelidikan independen PBB mengangkat dugaan kekerasan berbasis gender, termasuk terhadap perempuan dan anak-anak, serta dampak serius terhadap layanan kesehatan dan keselamatan sipil di wilayah konflik.
Pernyataan Ghalibaf disampaikan di tengah dinamika konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang terus memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah pengamat menilai, rujukan terhadap laporan-laporan PBB tersebut menjadi bagian dari upaya Iran membingkai konflik dalam perspektif kemanusiaan global, meski interpretasi atas temuan laporan itu tetap menjadi perdebatan di tingkat internasional.