Prabowo Tegas: Jangan Ada Laporan Asal Menyenangkan Pimpinan
Trending Post — Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada seluruh pejabat dan pengelola lembaga negara agar tidak menyampaikan laporan yang dimanipulasi atau disusun hanya untuk menyenangkan pimpinan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Tasyakuran 1 Tahun Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kejujuran dalam menyampaikan laporan merupakan fondasi penting dalam pengambilan kebijakan negara.
Presiden Minta Data Disampaikan Apa Adanya
Prabowo menekankan bahwa seluruh laporan terkait pengelolaan aset negara harus disampaikan secara apa adanya, sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Menurutnya, praktik penyampaian laporan yang hanya bertujuan membuat pimpinan merasa puas dapat berujung pada kesalahan dalam menentukan arah kebijakan.
“Jangan ada laporan yang hanya dibuat untuk menyenangkan pimpinan,” tegas Presiden.
Ia menilai pemerintah membutuhkan data yang akurat dan objektif agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan realitas yang terjadi di lapangan.
Soroti Pengelolaan Aset Negara
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya pengelolaan aset negara secara profesional dan transparan, terutama yang berada di bawah lembaga investasi Danantara.
Menurut Prabowo, pengelolaan aset negara yang baik harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional serta memperkuat perekonomian Indonesia.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan aset negara untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dorong Budaya Kerja Berintegritas
Lebih jauh, Presiden menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran di lingkungan pemerintahan.
Ia meminta para pejabat tidak takut menyampaikan kondisi yang sebenarnya, meskipun laporan tersebut mungkin tidak selalu berisi kabar yang menyenangkan.
Menurut Prabowo, laporan yang jujur justru menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi serta memperbaiki berbagai kebijakan yang belum berjalan optimal.
“Kalau kita tahu kondisi yang sebenarnya, kita bisa memperbaiki. Tapi kalau datanya tidak benar, keputusan kita juga bisa salah,” ujarnya.
Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Pernyataan Presiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan kunci penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Dengan laporan yang jujur dan data yang akurat, pengelolaan aset negara diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.