Video Viral Diduga Napi Konsumsi Sabu, Lapas Kelas IIA Jambi Lakukan Razia dan Tes Urine Massal

0
1774690544777-1

TRENDING POST — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan seorang narapidana mengonsumsi narkotika jenis sabu di dalam sel.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, mengatakan pihaknya segera melakukan penelusuran internal begitu video tersebut mencuat ke publik.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak seorang pria yang diduga warga binaan melakukan panggilan video sambil memegang alat yang menyerupai alat isap sabu.
“Begitu informasi beredar, kami langsung melakukan langkah-langkah pengamanan dan penelusuran untuk memastikan kebenarannya,” ujar Syahroni dalam keterangannya.
Menurutnya, informasi awal terkait dugaan penyalahgunaan narkotika sebenarnya telah lebih dulu diterima petugas sebelum video tersebut viral di media sosial.

Menindaklanjuti hal itu, tim pengamanan yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Riko Hamdan, melakukan penggeledahan di Blok A2 yang diduga menjadi lokasi kejadian.
Dari hasil razia tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 15 unit telepon genggam, termasuk dua unit yang ditemukan di kamar yang dicurigai. Namun demikian, petugas tidak menemukan barang bukti narkotika maupun alat isap di lokasi penggeledahan.
Sejumlah warga binaan juga telah dimintai keterangan guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan sementara belum dapat memastikan adanya aktivitas penggunaan narkoba seperti yang terlihat dalam video. Namun, proses pendalaman masih terus kami lakukan,” tegas Syahroni.
Selain penggeledahan, pihak lapas juga menyiapkan langkah lanjutan berupa tes urine massal terhadap warga binaan maupun petugas sebagai upaya memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan lapas.

Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen pihak lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menegakkan aturan secara tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan.
Pihak lapas memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna mengusut tuntas dugaan tersebut serta meningkatkan pengawasan di dalam blok hunian warga binaan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *