Rizkan Al Mubarok: Politik Bukan Ladang Memperkaya Diri dan Kroni, tetapi Jalan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

0
file_00000000da288207b63d9014052ee603-1

SOROTAN PUBLIK — Rizkan Al Mubarok menegaskan bahwa politik seharusnya tidak dijadikan ladang untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok dan kroni. Menurutnya, politik harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat, membangun kesejahteraan, serta memperkuat kejayaan bangsa Indonesia.

Rizkan, Sebagai Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya, mengatakan bahwa cita-cita membangun Indonesia yang sejahtera harus menjadi perjuangan bersama seluruh elemen bangsa.

Mimpi kita sama, yaitu kesejahteraan seluruh rakyat dan kejayaan bangsa Indonesia harus benar-benar dapat segera terwujud. Kita memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan potensi bangsa yang luar biasa. Semua itu harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” ujar Rizkan.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak semestinya hanya memberikan manfaat kepada segelintir pihak. Pengelolaan kekayaan negara, kata dia, harus diarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta membangun pemerataan kesejahteraan.

Pers Harus Tetap Menjadi Pengawas Kekuasaan

Dalam pandangannya mengenai demokrasi, Rizkan menempatkan pers sebagai salah satu kekuatan penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan dan mengawal kepentingan publik.

Pers adalah benteng terakhir perjuangan rakyat, pilar keempat demokrasi. Ketika eksekutif, legislatif, dan yudikatif tidak totalitas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, maka Pers harus tetap berdiri untuk kepentingan rakyat dan negara,” tegasnya.

Rizkan menilai kebebasan pers memiliki posisi strategis dalam memastikan penyelenggaraan negara tetap berada dalam koridor kepentingan publik. Pers, menurutnya, tidak boleh kehilangan keberanian untuk mengkritisi kebijakan maupun mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Namun, ia juga menekankan bahwa perjuangan pers harus tetap berpijak pada fakta, data, prinsip jurnalistik, serta kepentingan bangsa dan negara.

“Pers harus berani menyampaikan kebenaran. Tetapi keberanian itu harus dibarengi tanggung jawab, profesionalitas, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Dorong Terobosan Pemberantasan Korupsi

Rizkan juga kembali menyuarakan pentingnya langkah yang lebih tegas dalam pemberantasan korupsi. Ia menyebut dirinya konsisten mendorong pembahasan RUU Perampasan Aset sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat upaya negara dalam memulihkan aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Selain itu, Rizkan juga menyampaikan dukungannya terhadap gagasan pemberian hukuman yang sangat berat, termasuk hukuman mati dalam kondisi yang memenuhi ketentuan hukum, bagi pelaku korupsi.

Menurutnya, pemberantasan korupsi membutuhkan keberanian politik, penguatan institusi penegak hukum, transparansi, serta mekanisme pengawasan yang efektif.

Harus ada terobosan dan keberanian dalam membenahi negeri tercinta ini. Korupsi jangan sampai menjadi budaya yang terus merusak masa depan bangsa. Negara harus hadir dengan sistem hukum yang kuat, tegas, adil, dan mampu memberikan efek jera,” ujar Rizkan.

Ia berpandangan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi. Pencegahan, transparansi anggaran, pengawasan publik, serta penguatan lembaga negara juga harus berjalan secara bersamaan.

Politik Harus Kembali kepada Kepentingan Rakyat

Rizkan menegaskan bahwa demokrasi dan politik pada akhirnya harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, parlemen, aparat penegak hukum, maupun masyarakat sipil, dapat membangun komitmen bersama untuk mengelola Indonesia dengan mengutamakan kepentingan rakyat.

Baginya, jabatan politik bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.

“Politik bukan ladang untuk memperkaya diri dan kroni. Politik adalah jalan pengabdian. Kalau kekuasaan digunakan untuk kepentingan rakyat, maka demokrasi akan memiliki makna yang sesungguhnya,” pungkasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *