Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Whoosh, Awasi Proyek Strategis Nasional Jakarta–Bandung
TRENDING POST — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026. Penunjukan tersebut menandai perubahan struktur pengawasan proyek strategis nasional yang menjadi simbol modernisasi transportasi Indonesia.
Dalam aturan terbaru tersebut, AHY menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya memimpin Komite Kereta Cepat saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Pergantian dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian struktur kementerian dan lembaga dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Berdasarkan Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan proyek, termasuk menyepakati langkah-langkah kebijakan penting serta menentukan bentuk dukungan pemerintah apabila terjadi perubahan atau kenaikan biaya proyek (cost overrun).
Dalam struktur baru komite tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Wakil Ketua. Sejumlah kementerian dan lembaga strategis lainnya juga terlibat guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dalam pengelolaan operasional maupun pembiayaan proyek kereta cepat nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa perubahan susunan komite dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam pengembangan transportasi berbasis rel berkecepatan tinggi. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola proyek strategis nasional yang memiliki dampak besar terhadap konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh sendiri telah menjadi salah satu proyek infrastruktur paling besar dalam sejarah Indonesia. Sejak beroperasi untuk publik pada Oktober 2023, layanan ini menjadi ikon transformasi transportasi modern dengan memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung secara signifikan.
Penunjukan AHY dinilai menjadi babak baru dalam pengawasan dan pengelolaan proyek kereta cepat nasional, terutama di tengah berbagai agenda pengembangan konektivitas jangka panjang yang tengah disiapkan pemerintah. Selain memastikan keberlanjutan operasional Whoosh, komite juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pembiayaan dan arah strategis pengembangan jaringan transportasi masa depan Indonesia.
Dengan masuknya AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat, pemerintah berharap koordinasi pembangunan infrastruktur nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang terus mendorong modernisasi sistem transportasi dan konektivitas antardaerah.
