Prabowo: “Raksasa Itu Bangun” Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Dunia

0
1775727586960

TRENDING POST – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia kini tidak lagi berada dalam posisi sebagai “raksasa yang tertidur”. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik milik VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Kamis (9/4/2026).

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sedang memasuki fase kebangkitan baru melalui industrialisasi teknologi tinggi dan kemandirian energi.

Menurut Presiden, transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih merupakan langkah strategis untuk mengangkat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam peta ekonomi global.
“This giant is waking up. We will not be anymore the sleeping giant, we are rising!” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pejabat pemerintah, pelaku industri, serta jajaran militer dan kepolisian.

Presiden bahkan mengisyaratkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sebuah gebrakan besar yang akan menjadi kejutan bagi dunia internasional pada tahun depan.

Menepis Narasi Pesimisme

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menanggapi berbagai narasi pesimistis yang kerap beredar mengenai masa depan Indonesia.
Menurutnya, masa depan bangsa justru sangat cerah, terutama bagi generasi muda yang memiliki optimisme dan ketulusan dalam membangun negeri.

“Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus, matanya dan hatinya. Orang kalau hatinya tidak tulus, matanya burem,” ujar Presiden.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hadirin yang menghadiri peresmian fasilitas industri kendaraan listrik tersebut.

Agenda Strategis Pemerintah

Dalam arahannya, Presiden memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional.

  1. Kemandirian Energi
    Pemerintah berkomitmen mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi hijau melalui program elektrifikasi nasional hingga 100 gigawatt (GW) serta pengembangan biofuel, termasuk produksi avtur berbasis minyak sawit.
  2. Produksi Kendaraan Listrik Nasional
    Pemerintah menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil sedan listrik nasional secara massal pada tahun 2028, dengan tingkat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mencapai 80 persen.
  3. Efisiensi Anggaran Energi
    Sebagai bagian dari efisiensi energi nasional, pemerintah akan menutup 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Langkah ini diproyeksikan mampu menghemat impor bahan bakar minyak hingga 200.000 barel per hari.
  4. Prioritas Produk Dalam Negeri
    Presiden juga menginstruksikan seluruh kepala daerah, termasuk para gubernur serta jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk memprioritaskan penggunaan kendaraan operasional buatan dalam negeri.
    Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
    Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar negara dengan sumber daya alam melimpah, tetapi juga negara yang tengah membangun fondasi kuat untuk menjadi kekuatan industri dan teknologi di masa depan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *