Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Indonesia Aman, Minta Media Asing Lihat Kondisi Negara Lain Secara Objektif
Trending Post — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam jalur yang aman dan terkendali. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap sejumlah kritik media internasional yang menyoroti arah kebijakan fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, indikator utama kesehatan fiskal Indonesia dapat dilihat dari posisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Ia menyebut defisit APBN tahun sebelumnya tercatat sebesar 2,8 persen dari PDB sehingga masih berada dalam koridor yang aman.
“Fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen dari PDB. Tahun lalu bukan 2,9 persen, tetapi 2,8 persen dari PDB. Jadi tidak ada masalah,” ujar Purbaya saat memberikan tanggapan terkait kritik terhadap kebijakan fiskal Indonesia.
Purbaya juga meminta media internasional agar tidak hanya menyoroti Indonesia ketika membahas persoalan defisit anggaran. Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia perlu dibandingkan secara objektif dengan negara-negara lain, termasuk sejumlah negara di Eropa yang memiliki tingkat defisit dan rasio utang jauh lebih tinggi.
Ia menilai kritik yang muncul seharusnya turut mempertimbangkan fakta bahwa Indonesia masih mampu menjaga stabilitas fiskal di tengah berbagai tantangan ekonomi global, tekanan geopolitik, serta kebutuhan pembiayaan sejumlah program prioritas pemerintah.
Sorotan media asing sebelumnya banyak diarahkan pada berbagai program strategis pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis dan sejumlah agenda pembangunan yang dinilai membutuhkan pembiayaan besar dari APBN. Beberapa analis internasional bahkan mengkhawatirkan potensi tekanan terhadap ruang fiskal apabila belanja negara terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Namun pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan anggaran tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Purbaya menyatakan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kesehatan fiskal jangka panjang.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah sengaja tetap menjaga belanja negara agar ekonomi nasional tidak mengalami perlambatan yang lebih dalam. Menurutnya, pemangkasan anggaran secara agresif memang dapat menurunkan defisit, tetapi berisiko menekan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi daya dorong pemerintah terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Selain defisit yang masih berada di bawah batas 3 persen, pemerintah juga menyoroti rasio utang Indonesia yang dinilai masih relatif terkendali dibanding sejumlah negara maju. Faktor tersebut disebut menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah tetap optimistis terhadap ketahanan fiskal nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Pernyataan Menteri Keuangan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah akan terus menjaga kredibilitas pengelolaan APBN sambil memastikan berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial tetap berjalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat.
