Presiden Prabowo Himpun Masukan Tokoh Ekonomi Nasional, Fokus Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Sistem Keuangan

0
1779511916284

TRENDING POST – Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/05/2026), guna membahas pengalaman penanganan krisis ekonomi masa lalu serta langkah antisipatif menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang dipengaruhi fluktuasi harga komoditas, gejolak pasar keuangan, inflasi dunia, hingga tekanan terhadap nilai tukar berbagai mata uang.

Usai pertemuan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa sejumlah tokoh ekonomi yang hadir merupakan sosok yang memiliki pengalaman langsung menghadapi tekanan ekonomi nasional pada periode sebelumnya.
Tokoh yang hadir di antaranya Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, dan Lukita Dinarsyah Tuwo.

Menurut Airlangga, para tokoh tersebut memberikan berbagai catatan penting berdasarkan pengalaman menghadapi tekanan ekonomi global di masa lalu, termasuk lonjakan harga minyak, tingginya inflasi, hingga perubahan nilai tukar.
“Pemerintah perlu belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya agar mampu mengambil langkah antisipatif lebih dini,” ujar Airlangga.

Ia menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini relatif berada pada posisi yang lebih kuat dibandingkan beberapa periode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi nasional dinilai lebih siap menghadapi tekanan eksternal, termasuk kondisi depresiasi nilai tukar rupiah yang disebut masih lebih terkendali.

Selain itu, Presiden Prabowo disebut telah meminta seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan pemantauan terhadap berbagai regulasi sektor ekonomi dan keuangan.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga serta memperkuat prinsip kehati-hatian dalam sektor perbankan nasional.

emerintah juga menilai penguatan struktur permodalan perbankan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional menghadapi ketidakpastian global.

Pengamat ekonomi menilai pendekatan Presiden yang menggabungkan pengalaman tokoh-tokoh senior dengan kebijakan pemerintah saat ini dapat menjadi strategi penting dalam membangun mitigasi risiko ekonomi jangka panjang.
Di tengah situasi ekonomi global yang bergerak dinamis, stabilitas tidak lagi hanya ditentukan oleh respons terhadap krisis, tetapi juga kemampuan membaca potensi ancaman sebelum tekanan benar-benar terjadi.
Sumber: BPMI Setpres

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *