Kementan dan Pemkot Bandar Lampung Percepat Hilirisasi Ayam, RPHU Ditargetkan Mulai Dibangun Juli 2026
TRENDING POST – Pemerintah terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional melalui percepatan hilirisasi sektor peternakan. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung mempercepat pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas cold storage sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan nasional.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda hilirisasi peternakan nasional yang diproyeksikan mendukung distribusi pangan asal hewan sekaligus menopang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program prioritas pemerintah.
Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan aktif pemerintah daerah.
“Dukungan pemerintah daerah sangat penting karena ini merupakan program prioritas nasional untuk mendukung program prioritas Presiden, termasuk Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” ujar Tri Melasari saat audiensi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung, Kamis (21/05/2026).
Menurut Tri, pembangunan RPHU dan fasilitas penyimpanan berpendingin memiliki peran penting dalam memperkuat sistem rantai dingin (cold chain system) guna menjaga kualitas pangan asal hewan serta memperlancar distribusi hasil peternakan di wilayah Lampung dan daerah sekitarnya.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari transformasi tata kelola peternakan modern berbasis hilirisasi.
Selama ini, salah satu tantangan utama sektor peternakan nasional bukan hanya terletak pada produksi, tetapi juga distribusi dan kemampuan menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen.
Keberadaan RPHU dan cold storage diproyeksikan dapat mengurangi potensi kehilangan pascapanen, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha peternakan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam pertemuan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan proyek tersebut dan siap membantu percepatan berbagai proses administrasi maupun penyelesaian hambatan investasi.
PT Berdikari menargetkan pembangunan fasilitas RPHU dan cold storage mulai dilakukan pada akhir Juli 2026 setelah seluruh proses persiapan dan persyaratan teknis diselesaikan.
Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, berharap proyek tersebut dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang kerja baru bagi warga setempat.
“Saya berharap proses rekrutmen tenaga kerja nantinya dapat mengutamakan masyarakat yang memiliki KTP Bandar Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Corporate Strategy & Digital Transformation PT Berdikari, Agung S. Mukti, menyatakan pihaknya siap memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan agar proyek dapat segera berjalan.
Menurut Agung, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pemenuhan persyaratan investasi yang diperlukan.
Di tengah tantangan ketahanan pangan global, hilirisasi peternakan dinilai menjadi langkah strategis yang tidak hanya memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, mempercepat investasi daerah, serta meningkatkan nilai ekonomi produk peternakan dalam negeri.
Pemerintah berharap model penguatan industri peternakan berbasis hilirisasi ini dapat menjadi fondasi baru menuju kemandirian pangan nasional yang lebih kuat.
