AHY Kenang Masa Muda di Singapura Saat Buka Pidato Ecosperity Week 2026, Soroti Hubungan Indonesia–Singapura Lintas Generasi

0
1779514157169


SINGAPURA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka pidatonya dalam forum internasional Ecosperity Week 2026 dengan nuansa yang hangat, personal, sekaligus penuh refleksi mengenai perjalanan hubungan Indonesia–Singapura yang terus berkembang lintas generasi.
Di hadapan para pemimpin bisnis global, investor, diplomat, serta pejabat internasional, AHY memilih membuka pidatonya bukan dengan angka pertumbuhan ekonomi atau agenda pembangunan, melainkan dengan kisah perjalanan hidupnya sendiri saat menempuh pendidikan di Singapura lebih dari dua dekade lalu.

AHY mengenang masa ketika dirinya datang ke Singapura sebagai seorang perwira muda TNI Angkatan Darat yang baru menikah untuk melanjutkan studi di Nanyang Technological University (NTU).
“Dua puluh tahun lalu saya datang ke kota ini sebagai letnan muda Angkatan Darat yang baru menikah untuk melanjutkan studi di NTU,” ujar AHY.

Kenangan tersebut menjadi pintu masuk untuk menggambarkan bagaimana Singapura memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidup sekaligus pembentukan perspektif kepemimpinannya.
AHY mengenang kehidupan sederhana bersama istrinya di kawasan Jurong West, pengalaman akademik selama menempuh pendidikan, hingga budaya disiplin dan tata kota Singapura yang menurutnya memberi pelajaran penting mengenai visi pembangunan serta pelayanan publik.

Bagi AHY, pengalaman tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang turut membentuk cara pandangnya terhadap pembangunan modern.
Dalam pidatonya, AHY juga menyinggung hubungan panjangnya dengan Chairman Temasek, Teo Chee Hean, yang menurutnya memiliki kontribusi besar dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Singapura.

Menurut AHY, sosok Teo bukan hanya dikenal sebagai tokoh penting Singapura, tetapi juga pribadi yang memiliki kedekatan hubungan secara personal.
“Saya mengenal Pak Teo tidak hanya sebagai negarawan yang membantu membangun begitu banyak kemitraan Indonesia dan Singapura, tetapi juga sebagai pribadi,” katanya.
Nuansa emosional semakin terasa ketika AHY mengaitkan undangan berbicara di Ecosperity Week dengan perjalanan panjang hubungan Indonesia–Singapura yang dibangun melalui pendidikan, pelayanan publik, serta kepercayaan antargenerasi.

Pengamat hubungan internasional menilai pendekatan personal seperti yang disampaikan AHY memiliki makna diplomatik yang kuat.
Di era modern, hubungan antarnegara tidak lagi semata dibangun melalui kerja sama ekonomi dan politik, tetapi juga melalui people-to-people connection atau hubungan antarmanusia yang membangun kepercayaan jangka panjang.

Hubungan Indonesia–Singapura selama ini memang menjadi salah satu kemitraan strategis terpenting di kawasan Asia Tenggara, mulai dari investasi, pendidikan, perdagangan, hingga pengembangan infrastruktur.
AHY dalam kunjungannya turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan, serta Staf Khusus Menteri Sigit Raditya dan Herzaky Mahendra Putra.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *