Menhan RI Kunjungi Papua Barat, Kobarkan Semangat Prajurit dan Perkuat Pengabdian untuk NKRI
TRENDINGPOST.ID, PAPUA BARAT — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kodam XVIII/Kasuari dalam rangka memperkuat pembinaan prajurit, kesiapan satuan, serta pengabdian TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Tanah Papua.
Kunjungan yang berlangsung pada 26–27 Mei 2026 itu disambut langsung oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Christian Kurnianto Tehuteru, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI–Polri, serta para pejabat pertahanan yang turut mendampingi rombongan Menteri Pertahanan. Kehadiran Menhan dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit di wilayah strategis Papua Barat.
Dalam agenda tersebut, Menhan meninjau sejumlah fasilitas militer, termasuk pendidikan dan pembinaan personel di Rindam XVIII/Kasuari. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan satuan, kualitas fasilitas latihan, serta efektivitas program pembinaan prajurit yang menjadi garda terdepan pertahanan negara di kawasan timur Indonesia.
Selain meninjau fasilitas pendidikan, Menhan juga mengecek lapangan tembak dan sarana pendukung lainnya sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelatihan prajurit. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Brigif TP 84/AU dan Yonif TP 805/KSW guna melihat secara langsung perkembangan pembangunan satuan serta kesiapan operasional personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Dalam arahannya kepada para prajurit, Menhan menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan operasional, profesionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa Papua memiliki posisi strategis dalam sistem pertahanan nasional sehingga setiap prajurit dituntut memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Menhan juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan pembinaan personel, kualitas tenaga pelatih, serta program latihan satuan yang harus disiapkan secara realistis dan sesuai dengan tantangan operasi di lapangan. Menurutnya, kesiapan tempur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer semata, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keselamatan personel selama bertugas.
Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah peningkatan kemampuan pertolongan pertama di lapangan (Longmalap) sebagai bagian dari kesiapan prajurit menghadapi kondisi operasi di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan medan yang kompleks. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan personel sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
Di sela kunjungan kerja, Menhan juga melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan hewan kurban kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial serta penguatan hubungan antara TNI dan rakyat di Papua Barat.
Kunjungan kerja Menteri Pertahanan ke Papua Barat menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit, serta memastikan kehadiran negara tetap dirasakan masyarakat hingga wilayah terdepan Indonesia.
