Indonesia Cetak Sejarah, Kapal Selam Canggih Scorpène Evolved Dibangun Penuh di Surabaya
SURABAYA — Indonesia memasuki babak baru dalam sejarah industri pertahanan nasional setelah proyek pembangunan dua kapal selam modern Scorpène Evolved resmi memasuki tahap pra-produksi di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya. Program strategis hasil kerja sama dengan Naval Group
Prancis itu menjadi simbol kebangkitan kemampuan teknologi maritim Indonesia menuju kemandirian pertahanan yang lebih kuat.
Berbeda dengan proyek kapal selam sebelumnya yang masih bergantung pada pembangunan luar negeri, dua unit Scorpène Evolved untuk TNI Angkatan Laut akan dibangun sepenuhnya di Indonesia melalui skema transfer teknologi menyeluruh antara PT PAL dan Naval Group. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang mulai menguasai kemampuan konstruksi kapal selam modern berteknologi tinggi.
Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa pembangunan kapal selam Scorpène Evolved merupakan bagian dari strategi besar memperkuat postur pertahanan laut nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan.
Menurutnya, industri pertahanan yang kuat akan menjadi daya tawar strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas regional sekaligus memperkuat posisi sebagai negara maritim yang disegani.
Tahap pra-produksi yang kini berjalan mencakup penyempurnaan desain, kesiapan sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur pendukung agar seluruh proses konstruksi memenuhi standar internasional yang diterapkan Naval Group.
Salah satu aspek paling strategis dari proyek ini adalah transfer teknologi kapal selam generasi terbaru kepada tenaga ahli Indonesia. Ratusan insinyur PT PAL telah mengikuti pelatihan dan program peningkatan kemampuan teknis bersama Naval Group di Prancis guna mempersiapkan proses produksi dalam negeri.
Kapal selam Scorpène Evolved yang akan dimiliki Indonesia mengusung teknologi Full Lithium-Ion Battery (LiB), sebuah sistem energi modern yang memungkinkan kapal selam beroperasi lebih lama di bawah permukaan laut, memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah, serta meningkatkan kemampuan manuver dan efektivitas tempur dibanding generasi sebelumnya.
Teknologi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa proyek Scorpène Evolved dipandang sebagai lompatan besar bagi kemampuan bawah laut Indonesia. Selain memperkuat armada TNI AL, penguasaan teknologi tersebut juga membuka peluang lahirnya industri kapal selam nasional yang lebih mandiri pada masa depan.
Kontrak pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved sendiri telah efektif berjalan melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia, PT PAL, dan Naval Group. Seluruh proses konstruksi akan berlangsung di Surabaya dengan target jangka panjang membangun ekosistem industri pertahanan bawah laut yang mampu melakukan produksi, pemeliharaan, hingga pengembangan teknologi secara mandiri.
Keberhasilan program ini dinilai bukan sekadar pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan investasi strategis dalam penguasaan teknologi tinggi yang selama ini hanya dimiliki negara-negara tertentu. Jika berjalan sesuai rencana, proyek Scorpène Evolved dapat menjadi fondasi penting menuju era baru kemandirian industri pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim utama di kawasan Indo-Pasifik.
