Kementan Pastikan Sapi Banmas Presiden di Sumatera Sehat dan Layak Kurban
TRENDING POST – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan seluruh sapi bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden yang disalurkan kepada masyarakat di sejumlah provinsi di Sumatera berada dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengawasan kesehatan hewan secara ketat guna menjamin pelaksanaan kurban berjalan aman serta menghasilkan daging yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, mengatakan pengawasan dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi intensif dengan dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi yang meliputi Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau.
“Berdasarkan laporan dari dinas provinsi maupun kabupaten/kota, sapi Banmas yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi sehat, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan, serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Tangguh.
Ia menjelaskan, jumlah sapi Banmas Presiden yang berada dalam wilayah pengawasan Balai Veteriner Bukittinggi mencapai 55 ekor. Rinciannya terdiri dari 22 ekor di Sumatera Barat, 12 ekor di Jambi, 13 ekor di Riau, dan delapan ekor di Kepulauan Riau.
Menurut Tangguh, pengawasan dilakukan sejak tahap pemilihan ternak di daerah asal, proses distribusi, hingga menjelang pelaksanaan penyembelihan kurban. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh hewan bebas dari penyakit hewan menular strategis dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Untuk mempercepat proses pengawasan, Balai Veteriner Bukittinggi juga memberikan prioritas khusus terhadap pengujian laboratorium sapi Banmas Presiden.
“Pengujian sapi Banmas kami prioritaskan di laboratorium agar hasilnya dapat keluar lebih cepat tanpa menunggu antrean pemeriksaan rutin. Dengan begitu, jika diperlukan penanganan atau tindak lanjut, dinas terkait maupun penyedia ternak dapat segera mengambil langkah,” jelasnya.
Pengujian laboratorium dilakukan berdasarkan indikasi yang ditemukan di lapangan, meliputi pemeriksaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, brucellosis, Salmonella Enteritidis, parasit darah, hingga infeksi parasit cacing.
Selain pengawasan kesehatan, Kementan juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh hewan kurban yang diterima masyarakat memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan.
Balai Veteriner Bukittinggi bahkan menyiapkan pendampingan petugas kesehatan hewan saat pelaksanaan pemotongan sapi Banmas Presiden, khususnya di Sumatera Barat, untuk memastikan seluruh proses kurban berlangsung sesuai kaidah veteriner dan syariat.
“Koordinasi dengan dinas provinsi maupun kabupaten/kota terus kami lakukan secara intensif untuk memastikan sapi Banmas dan hewan kurban lainnya yang diterima masyarakat berada dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan kesehatan hewan,” kata Tangguh.
Sementara itu, Pejabat Penanggung Jawab Pemantauan Sapi Banmas Presiden dari Balai Veteriner Bukittinggi, Eliyus Putra, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis dan berkesinambungan mulai dari lokasi asal ternak hingga hari pelaksanaan kurban.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan di daerah untuk memastikan setiap sapi Banmas Presiden dalam kondisi sehat, bebas dari gejala penyakit hewan menular strategis, serta memenuhi aspek kesejahteraan hewan selama pemeliharaan dan distribusi,” ujarnya.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan sejak tahap seleksi ternak hingga pelaksanaan kurban merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat penerima manfaat bantuan kemasyarakatan Presiden.
Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, pemerintah optimistis pelaksanaan kurban tahun ini dapat berlangsung lancar sekaligus menjamin kualitas daging yang aman untuk dikonsumsi masyarakat.
