DPR dan Pemangku Kepentingan Bahas Strategi Jaga Stabilitas Saham BUMN, Opsi Buyback Mengemuka

0
1780990932899

Jakarta – Pimpinan DPR RI menggelar diskusi dan koordinasi bersama sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan lembaga investasi negara, serta jajaran direksi perbankan dan perusahaan pelat merah guna membahas kondisi pasar serta strategi menjaga nilai saham perusahaan milik negara di tengah dinamika ekonomi global.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pimpinan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, tersebut dihadiri oleh Prasetyo Hadi, Dony Oskaria, Direktur Utama Bank Negara Indonesia Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Indonesia Investment Authority Oki Ramadhana, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi, serta Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Eko Purnomo.

Dalam forum tersebut, para peserta membahas perkembangan pasar keuangan global yang dinilai memberikan tekanan terhadap pergerakan sejumlah saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meskipun secara fundamental banyak perusahaan pelat merah dinilai memiliki kinerja yang kuat dan prospek bisnis yang menjanjikan.
Menurut peserta pertemuan, gejolak pasar global, ketidakpastian ekonomi internasional, serta sentimen eksternal lainnya menjadi faktor yang turut memengaruhi pergerakan harga saham BUMN di pasar modal.

Karena itu, DPR bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait menilai perlu adanya langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar, memperkuat kepercayaan investor, serta memastikan nilai perusahaan-perusahaan negara tetap terjaga.
Salah satu opsi yang mengemuka dalam pembahasan tersebut adalah kemungkinan pelaksanaan buyback atau pembelian kembali saham oleh perusahaan-perusahaan terkait.

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi instrumen untuk menjaga nilai saham ketika harga pasar dinilai belum mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
“Sudah saatnya kita berdiskusi mengenai langkah-langkah yang tepat untuk menjaga nilai perusahaan-perusahaan negara. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan buyback terhadap saham-saham yang memiliki fundamental kuat namun terdampak kondisi pasar,” ungkap peserta rapat.

Buyback saham merupakan salah satu strategi korporasi yang lazim digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham, memperkuat kepercayaan pasar, serta menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan.

Para peserta rapat sepakat bahwa setiap kebijakan yang akan diambil harus mempertimbangkan kondisi pasar, regulasi yang berlaku, serta kepentingan jangka panjang perusahaan dan negara.
Diskusi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, DPR, lembaga investasi negara, dan sektor perbankan nasional dalam menjaga stabilitas pasar keuangan serta mendukung ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *