Menko Airlangga Paparkan Ketahanan Ekonomi Indonesia di BESF 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Sama Global
BRUNEI DARUSSALAM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan strategi ketahanan ekonomi Indonesia dalam ajang Brunei Economic Summit Forum (BESF) 2026, dengan menekankan pentingnya kerja sama internasional, diversifikasi rantai pasok global, serta upaya mencegah fragmentasi ekonomi yang dapat menghambat pertumbuhan dunia.
Dalam forum ekonomi internasional tersebut, Airlangga menegaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi global, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya proteksionisme perdagangan di sejumlah negara.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap negara untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga keterbukaan ekonomi agar stabilitas global tetap terjaga.
“Kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, serta memastikan rantai pasok global tetap berjalan dengan baik,” ujar Airlangga dalam paparannya.
Diversifikasi Rantai Pasok Jadi Strategi Utama
Salah satu fokus utama yang disampaikan Indonesia dalam forum tersebut adalah pentingnya diversifikasi rantai pasok global.
Airlangga menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap satu negara atau satu kawasan tertentu dapat meningkatkan risiko ekonomi ketika terjadi konflik geopolitik, gangguan perdagangan, maupun krisis global.
Karena itu, Indonesia terus memperluas kemitraan ekonomi dengan berbagai negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Strategi tersebut juga diarahkan untuk menjaga kelancaran arus perdagangan, memperluas pasar ekspor nasional, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.
Fragmentasi Ekonomi Jadi Ancaman Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengingatkan bahwa fragmentasi ekonomi global dapat menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi dunia.
Fragmentasi ekonomi terjadi ketika hubungan perdagangan dan investasi antarnegara terpecah akibat konflik geopolitik, rivalitas ekonomi, atau kebijakan proteksionisme yang berlebihan.
Menurut berbagai lembaga internasional, kondisi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi perdagangan global, mengganggu investasi lintas negara, serta meningkatkan biaya produksi dan logistik dunia.
Oleh sebab itu, Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama multilateral melalui berbagai forum internasional seperti ASEAN, G20, APEC, dan berbagai kemitraan ekonomi strategis lainnya.
Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Meski dunia menghadapi berbagai tantangan, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat.
Didukung oleh pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang melimpah, pertumbuhan investasi yang terus berkembang, serta stabilitas sektor keuangan, Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadapi gejolak ekonomi global.
Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi industri, transformasi digital, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan energi berkelanjutan guna meningkatkan daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Indonesia Siap Jadi Motor Pertumbuhan Kawasan
Melalui partisipasi aktif dalam BESF 2026, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi regional dan global.
Dengan posisi strategis sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berupaya memainkan peran sebagai jembatan kerja sama antarnegara sekaligus motor pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, penguatan kolaborasi internasional, diversifikasi rantai pasok, dan keterbukaan ekonomi dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
