Para Ekonom Soroti Perbandingan Besaran Anggaran: IKN, Whoosh, dan Program Besar Era Pemerintahan Saat Ini

0
1777139502463

TRENDING POST – Perdebatan publik mengenai besarnya anggaran pembangunan infrastruktur dan program strategis nasional kembali mengemuka. Sejumlah proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), hingga program-program prioritas pemerintah terbaru menjadi bahan perbandingan di ruang diskusi ekonomi dan kebijakan publik.

Di tengah sorotan tersebut, muncul upaya membandingkan skala pembiayaan antar era pemerintahan, khususnya antara pembangunan infrastruktur era Presiden Joko Widodo dan sejumlah program besar di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

IKN: Antara Realisasi APBN dan Proyeksi Jangka Panjang

Berdasarkan data yang beredar di lingkungan pemerintah, pembangunan IKN Nusantara sejak 2022 hingga 2024 tercatat menyerap APBN sekitar Rp89 triliun.
Sementara itu, angka kebutuhan total pembangunan IKN yang kerap disebut mencapai ratusan triliun rupiah merupakan estimasi jangka panjang hingga dua dekade ke depan, yang tidak sepenuhnya bersumber dari APBN, melainkan juga melibatkan skema pembiayaan melalui investasi swasta dan BUMN.

Sejumlah proyek pendukung di kawasan IKN juga mulai berjalan, termasuk fasilitas pendidikan, infrastruktur dasar, serta pembangunan kawasan komersial yang melibatkan investor.

Kereta Cepat Whoosh: Proyek Infrastruktur Bernilai Strategis

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), yang mulai digarap sejak 2016 dan beroperasi pada 2023, menelan biaya sekitar Rp120 triliun, termasuk pembengkakan biaya dari estimasi awal.
Pemerintah sejak awal menempatkan proyek ini sebagai investasi jangka panjang. Sejumlah studi menyebutkan periode pengembalian investasi (payback period) dapat mencapai beberapa dekade, mengingat karakteristik proyek kereta cepat di berbagai negara umumnya tidak langsung memberikan keuntungan finansial dalam jangka pendek.

Model serupa juga diterapkan di berbagai negara seperti Jepang, China, dan Prancis, yang tetap mensubsidi pengembangan transportasi massal berbasis rel cepat sebagai bagian dari investasi peradaban.

Program Baru: Fokus pada Skala dan Efisiensi Implementasi

Di sisi lain, sejumlah program prioritas pemerintahan saat ini juga menjadi perhatian publik, terutama dari sisi besaran anggaran dan efektivitas pelaksanaan.
Salah satu program yang banyak disorot adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp335 triliun per tahun pada 2026. Program ini menjadi salah satu yang terbesar dalam APBN dari sisi skala belanja sosial.

Namun demikian, laporan pelaksanaan awal menunjukkan adanya tantangan dalam serapan anggaran. Sejumlah laporan menyebutkan realisasi penggunaan anggaran masih berada di bawah target, sementara sebagian dana dilaporkan belum terserap optimal sesuai perencanaan awal.

Selain itu, program Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi perhatian karena rencana pembentukan sekitar 80.000 unit koperasi dengan kebutuhan pembiayaan yang signifikan. Sebagian pemerintah daerah disebut mulai melakukan penyesuaian ulang terhadap prioritas penggunaan dana desa akibat integrasi program tersebut.

Perbandingan Anggaran: Bukan Sekadar Besaran, Tapi Efektivitas

Para pengamat ekonomi menilai bahwa perbandingan antar proyek besar tidak bisa hanya dilihat dari total angka anggaran, melainkan juga dari aspek manfaat jangka panjang, efisiensi pelaksanaan, serta dampak ekonomi yang dihasilkan.
Proyek infrastruktur seperti IKN dan Whoosh dikategorikan sebagai investasi jangka panjang yang dampaknya tidak langsung terlihat, sementara program sosial berskala besar memiliki tantangan pada distribusi, ketepatan sasaran, dan efektivitas implementasi di lapangan.

Catatan Akhir: Arah Diskusi Publik

Perdebatan mengenai besaran anggaran negara diperkirakan akan terus menguat seiring meningkatnya belanja pemerintah di berbagai sektor strategis.
Namun sejumlah pihak menilai, fokus utama yang perlu diperkuat bukan hanya pada besarnya angka, melainkan pada sejauh mana setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *