Survei Cyrus Network: 65,4% Publik Masih Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Tapi Minta Perbaikan Pelaksanaan
TRENDING POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memperoleh tingkat dukungan publik yang cukup tinggi di tengah berbagai kritik dan sorotan.
Berdasarkan survei nasional Cyrus Network yang dilakukan pada 1–5 April 2026, sebanyak 65,4 persen responden menyatakan mendukung program tersebut.
Peneliti utama Cyrus Network, Syahril Ilhami, menyebut angka itu menunjukkan bahwa sekitar dua dari tiga masyarakat Indonesia masih memiliki harapan terhadap keberlanjutan program MBG.
Dukungan Publik Masih Kuat di Tengah Polemik
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap menunjukkan tingkat penerimaan yang signifikan di tengah dinamika pelaksanaan di lapangan.
Namun demikian, dukungan tersebut disebut bersifat kritis, karena publik tetap memberikan perhatian serius terhadap aspek implementasi program.
Catatan Publik: Pelaksanaan Perlu Diperbaiki
Dalam survei yang sama, sejumlah responden menyampaikan harapan agar pemerintah memperbaiki beberapa aspek penting, di antaranya:
Kualitas dan kelayakan makanan
Ketepatan sasaran penerima manfaat
Pengawasan distribusi program
Transparansi penggunaan anggaran
Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak menolak program MBG, tetapi menginginkan pelaksanaannya berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dukungan Kritis, Bukan Tanpa Syarat
Fenomena ini menggambarkan pola dukungan publik yang disebut bersifat “kritikal support”, yakni tetap mendukung kebijakan pemerintah, namun disertai pengawasan dan ekspektasi tinggi terhadap perbaikan implementasi.
Dengan kata lain, publik tidak menolak arah kebijakan, tetapi menuntut perbaikan kualitas pelaksanaan di lapangan.
Tantangan Pemerintah ke Depan
Ke depan, pemerintah dihadapkan pada tantangan menjaga kepercayaan publik agar tingkat dukungan tidak menurun. Evaluasi berkala dan perbaikan sistem distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program MBG.
Jika perbaikan tidak dilakukan secara konsisten, para pengamat menilai potensi penurunan kepercayaan publik tetap terbuka.
