GMNI Sumbar Desak Transparansi Penanganan Tambang Ilegal, Gelar Aksi di Depan Mapolda
Padang – Puluhan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Senin (8/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas dan transparan dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga menjelang pukul 18.00 WIB itu dipusatkan di depan gerbang Mapolda Sumbar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang. Para demonstran membawa spanduk dan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum di sektor pertambangan.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa pihaknya meminta kepolisian mengungkap secara terbuka pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal, termasuk apabila terdapat aktor intelektual atau jaringan yang diduga berada di balik praktik tersebut.
Meski hujan gerimis mengguyur lokasi aksi, para mahasiswa tetap bertahan menyampaikan aspirasi mereka. Mereka menilai penanganan tambang ilegal harus dilakukan secara serius karena aktivitas tersebut berpotensi merugikan negara, merusak lingkungan, serta mengancam keselamatan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan dan mengedepankan pendekatan persuasif. Sejumlah perwakilan kepolisian terlihat berdialog dengan massa aksi di depan gerbang Mapolda guna menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib.
GMNI Sumbar berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan serta mempercepat proses penyelidikan terhadap berbagai dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang menjadi perhatian masyarakat.
Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung aman dan tertib tanpa adanya insiden yang mengganggu keamanan maupun ketertiban umum.
