Menhan Sjafrie Pimpin Pembahasan Hilirisasi Logam Tanah Jarang untuk Perkuat Industri Strategis Nasional
Jakarta – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan bersama Dewan Pengarah Badan Industri Mineral guna membahas perkembangan rencana eksplorasi dan hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) serta mineral strategis nasional di Jakarta, Kamis (4/6).
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pemanfaatan LTJ sebagai bahan baku utama bagi industri berteknologi tinggi dan berbagai sektor strategis nasional, termasuk industri pertahanan. Logam Tanah Jarang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan teknologi modern, mulai dari sistem elektronik, energi terbarukan, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa penguatan hilirisasi mineral strategis merupakan langkah krusial untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Selain itu, kebijakan hilirisasi juga diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dan bahan baku impor.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berupaya memastikan pengelolaan mineral strategis dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri nasional, mendukung kebutuhan sektor-sektor strategis, serta mendorong kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya bernilai tinggi.
Sebagai informasi, BIM dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2025. Dewan Pengarah BIM terdiri dari Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Panglima TNI, serta Kepala Badan Intelijen Negara.
Pemerintah berharap pengembangan dan hilirisasi LTJ dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri maju yang memiliki kemandirian teknologi, ekonomi, dan pertahanan di masa depan.
