Serangan Udara Rusia Hantam Ukraina: 70 Rudal dan 611 Drone Diluncurkan, 11 Orang Tewas dan Situs Warisan Dunia Rusak
KYIV — Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah militer Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina pada Senin (15/6/2026). Serangan tersebut melibatkan puluhan rudal dan ratusan drone yang menyasar berbagai wilayah strategis, termasuk ibu kota Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya 11 warga sipil dan menyebabkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Serangan udara tersebut menjadi salah satu operasi terbesar Rusia dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut laporan pemerintah Ukraina, Rusia meluncurkan sekitar 70 rudal dan 611 drone dalam serangan gabungan tersebut. Sebagian besar diarahkan menuju wilayah perkotaan dan fasilitas yang dianggap memiliki nilai strategis.
Kyiv Menjadi Sasaran Utama, Gedung Apartemen Rusak
Di Kyiv, lebih dari 60 rudal dilaporkan diarahkan ke wilayah ibu kota. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyebut sejumlah kawasan mengalami kerusakan akibat hantaman rudal dan drone.
Distrik Shevchenkivskyi menjadi salah satu wilayah terdampak, dengan laporan kerusakan pada gedung apartemen bertingkat serta sejumlah fasilitas publik. Kebakaran juga terjadi di area perdagangan dan permukiman.
Pemerintah Ukraina menyebut serangan tersebut tidak hanya menargetkan infrastruktur militer, tetapi juga berdampak pada kawasan sipil.
Katedral Dormition di Kyiv-Pechersk Lavra Rusak
Salah satu dampak paling mendapat perhatian internasional adalah kerusakan pada Katedral Dormition, bagian dari kompleks bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun dan masuk daftar Warisan Dunia UNESCO.
Pihak Ukraina menyatakan dua drone menghantam kawasan tersebut sehingga menyebabkan kebakaran pada bagian atap bangunan.
Presiden Zelensky mengecam kerusakan situs budaya dan keagamaan tersebut sebagai serangan terhadap warisan sejarah Ukraina.
Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah menargetkan situs budaya. Moskow menyatakan serangan hanya ditujukan terhadap fasilitas industri militer dan lokasi terkait pertahanan Ukraina. Rusia juga mengklaim kerusakan katedral terjadi akibat puing-puing sistem pertahanan udara Ukraina.
Kharkiv Mengalami Serangan Susulan
Selain Kyiv, wilayah Kharkiv juga menjadi sasaran serangan. Pemerintah Ukraina menyebut terjadi serangan susulan yang menargetkan lokasi yang sebelumnya telah terkena serangan.
Sejumlah petugas penyelamat dilaporkan menjadi korban saat melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
Wilayah Sumy dan Dnipro juga mengalami dampak, termasuk kerusakan bangunan publik dan fasilitas pendidikan.
Pertahanan Udara Ukraina Menghadapi Tekanan Besar
Angkatan Udara Ukraina menyatakan berhasil menahan sebagian besar serangan dengan sistem pertahanan udara dan teknologi peperangan elektronik.
Namun, Ukraina mengakui jumlah serangan yang sangat besar menjadi tantangan berat, terutama dalam penggunaan sistem pertahanan seperti Patriot yang membutuhkan persediaan rudal pencegat terbatas.
Pihak Ukraina menilai Rusia semakin mengandalkan kombinasi drone murah dalam jumlah besar dan rudal presisi untuk menguras kemampuan pertahanan udara.
Perang Rusia-Ukraina Memasuki Fase Baru
Pengamat keamanan internasional menilai serangan besar ini menunjukkan perubahan pola perang, di mana serangan udara jarak jauh menjadi alat utama untuk menekan lawan.
Rusia disebut berupaya memberikan tekanan terhadap infrastruktur energi, pertahanan, dan psikologis masyarakat Ukraina. Sementara Ukraina terus meminta dukungan tambahan dari negara-negara Barat untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya.
Di sisi lain, kedua pihak masih menunjukkan peningkatan aktivitas militer sehingga peluang tercapainya penyelesaian damai dalam waktu dekat masih menghadapi tantangan besar.
