Widya Sari, SH: Pers Harus Tetap Menjadi Penjaga Kebenaran, Bukan Alat Kekuasaan

0
IMG-20260428-WA0010-1

Trending Post – Di tengah derasnya arus informasi, pertarungan opini publik, dan meningkatnya dinamika sosial-politik nasional, keberadaan pers dinilai semakin memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai mata, telinga, dan suara rakyat.
Hal tersebut disampaikan Widya Sari, SH, Sekretaris AWNI (Aliansi Wartawan Nasional Indonesia) Provinsi Jambi, saat menyampaikan pandangannya terkait peran pers dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Menurut Widya, demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui pemilu ataupun pergantian kepemimpinan semata. Demokrasi juga memerlukan pengawasan, keterbukaan, serta keberanian menyampaikan fakta secara jujur kepada publik.
“Pers memiliki tanggung jawab besar menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa. Pers harus berdiri bersama kebenaran, bukan menjadi alat kepentingan tertentu,” ujar Widya Sari, SH.
Ia menilai kritik, pengawasan, dan penyampaian aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam negara demokrasi. Namun seluruhnya harus dilakukan secara bertanggung jawab, berlandaskan fakta, etika, dan kepentingan publik.

Menurutnya, kebebasan pers bukan berarti kebebasan tanpa batas. Kebebasan juga harus dibarengi tanggung jawab moral agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan perpecahan, fitnah, maupun kegaduhan sosial.
“Pers merdeka bukan berarti bebas tanpa arah. Kemerdekaan pers harus digunakan untuk menjaga keadilan, menguatkan persatuan, dan menyuarakan kepentingan rakyat,” katanya.
Widya juga menyoroti pentingnya independensi media di tengah perubahan zaman dan derasnya arus media sosial yang sering kali menghadirkan informasi tanpa proses verifikasi memadai.

Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan media yang mampu menghadirkan informasi akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Karena itu media harus tetap menjaga integritas, tidak ikut terseret arus opini sesaat, dan tetap menjadikan kebenaran sebagai kompas utama,” tambahnya.

Ia menegaskan, sejarah menunjukkan bangsa yang besar lahir dari masyarakat yang kritis serta memiliki ruang kebebasan berpendapat yang sehat. Karena itu pers, pemerintah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan baik.

Widya berharap insan pers di Indonesia terus menjaga idealisme dan profesionalisme demi mengawal perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat.
“Ketika rakyat membutuhkan suara, pers harus hadir. Ketika ada ketidakadilan, pers tidak boleh diam. Karena pers yang merdeka sejatinya merupakan penjaga harapan rakyat,” tutupnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *